Nov 3, 2014
admin

SIARAN PERS – Festival Dongeng Indonesia 2014

FESTIVAL DONGENG INDONESIA 2014

Dengar Dongeng di Museum

Jakarta, 2 November 2014 – Ayo Dongeng Indonesia, Taman Baca Anak Lebah (TBAL) dan Museum Nasional hari ini menggelar Festival Dongeng Indonesia 2014 di Museum Nasional mulai pukul 9.00 pagi hingga 16.00 WIB. Festival ini menampilkan serangkaian kegiatan membaca buku dan mendongeng bersama, workshop, yoga bercerita, bazaar, peluncuran kampanye berbasis crowdfunding “Semangati Guru”, dan pengumpulan donasi buku cerita untuk anak-anak di Indonesia Timur.

Membaca buku dan mendongeng merupakan dua hal penting dan saling terkait dalam mengembangkan kecerdasan anak sejak usia dini. Apabila anak diajak untuk gemar membaca buku sejak kecil dan terbiasa didongengkan mengenai berbagai hal di dunia sekitarnya, maka mereka akan memiliki wawasan yang lebih luas, kepercayan diri yang tinggi, dan kreativitas yang positif. Sayangnya, hingga kini membaca buku dan dongeng belum secara masif menjadi bagian dari keseharian kebanyakan anak-anak di Indonesia.

Oleh karena itu Ayo Dongeng Indonesia! – komunitas yang diprakasai oleh kak Aio (Mochamad Ariyo Faridh Zidni) untuk menghidupkan dongeng di Indonesia , Taman Baca Anak Lebah (TBAL), yaitu inisiatif nirlaba, non-politis yang memiliki misi untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan, serta Interface Brand Communication, Idee Design, dan Digital Mommie berkolaborasi menyelenggarakan Festival Dongeng Indonesia 2014 dengan tujuan untuk menghidupkan kegemaran membaca buku dan menggaungkan pentingnya dongeng sebagai bagian dari tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Pada kesempatan ini, bertepatan dengan 5th Anniversary Taman Baca Anak Lebah, diluncurkan program “Semangati Guru”, yaitu kampanye  berbasis crowdfunding (pendanaan dari masyarakat) untuk menyemangati guru di kelas agar aktivitas mengajar berjalan lebih efektif dan penuh kreativitas. Program ini berskala nasional dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut saweran.

Festival Dongeng Indonesia 2014 pertama kali diadakan tahun lalu di Universitas Indonesia, Depok dengan jumlah pengunjung lebih dari 1500 keluarga Indonesia. Tahun ini, Festival Dongeng Indonesia disponsori  oleh Mc Donald, Mandiri e-cash, Nu Milk Tea, serta Rabbit Hole, Paramita Hioe, dengan mitra media Harian Kompas, majalah Parenting, FeMale Radio 97,9 FM dan majalah Women’s Health Indonesia.

Festival Dongeng Indonesia 2014 menampilkan :

  • Cassandra Wye (United Kingdom)

Pendongeng dari Inggris yang terkenal dengan Stories in Motion (cerita dalam gerak), membuat dongeng dapat diakses dengan mudah, untuk memecah penghalang, dan menghilangkan diskriminasi. Telah melalang buana dan berpengalaman mendongeng selama lebih dari 20 tahun, Cassandra siap untuk menghibur dan menginspirasi keluarga di Indonesia dengan dongeng yang fantastis.

  • Pak Raden

Sosok yang terkenal dengan kumis tebal, beralis tebal, memakai blangkon dan beskap yang akrab di televisi melalui acara Si Unyil.

  • Kak Aio (Ariyo Zidni)

Direktur Festival Dongeng Indonesia, Ketua Komunitas Ayo Dongeng Indonesia yang aktif mendongeng untuk menyebarkan virus mendongeng yang baik. Rajin mengadakan pelatihan mendongeng dan mendongeng sudah di seluruh daerah di Indonesia bahkan hingga ke Malaysia, Singapura dan India.

  • Alya Rohali

Mengawali karier lewat ajang pemilihan None Jakarta dan kemudian terpilih menjadi Puteri Indonesia pada tahun 1996. Walaupun memiliki nama besar di dunia entertainment, Ibu dari Namira, Diarra, dan Savannah ini peduli terhadap pendidikan anak dan percaya bahwa membaca buku dan dongeng adalah hal penting dalam membangun kecerdasan anak.

  • Paman Gery

Paman Gery mengawali perjalanan dongengnya di tahun 1988, dari sebuah kegiatan mengajar untuk sekolah non formal yg dikelola senat FEUI untuk anak-anak tidak mampu di sekitar kampus Salemba. Awal ketertarikannya dengan dunia anak dan pendidikan lewat metode dongeng. Sejak 2004 hingga sekarang mendongeng secara rutin di FeMale radio sebagai Paman Gery.

  • Rona Mentari, Kak Resha, Kak Arnel, Kak Dwi Kanfas dan Nusantara Bertutur
  • Pertunjukan Puppetaria with Winnie & Winna
  • Penampilan music dari Tetangga Pak Gesang dan Aman Perkusi

  • TalkshowAjaibnya Mendongeng dengan Buku

Dengan Pembicara:

  1. Roosie Setiawan – Komunitas Reading Bugs Indonesia dan Eyang yang rajin membacakan cerita
  2. Devi Raissa - Psikolog, Penulis Buku Anak dan Relawan Dongeng
  3. Elvera N. Makki - Founder Taman Baca Anak Lebah, Orang Tua dari 3 anak, dan Praktisi PR

Moderator: Aar SumardionoPraktisi Home Schooling dan Praktisi Pendidikan dari  Rumah Inspirasi serta Penulis Buku

  • Workshop “Bringing Story Alive bersama Cassandra Wye
  • Workshop “Step by Step Crazy Storytelling bersama Kak Aio  (Ariyo Zidni)
  • Story Yoga bersama Paramitha Hioe

  • Taman Baca Anak Lebahdimana anak-anak dapat membaca buku dengan leluasa dan mewarnai. Terdapat Shop for Awareness yang mengajak masyarakat untuk berbelanja sambil berdonasi. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk donasi buku cerita dan  pendirian perpustakaan anak-anak di Indonesia Timur.

  • Tur Museum Nasional

  • Bazaars

Festival Dongeng Indonesia 2014 juga menggandeng Majalah Parenting, Female Radio 97,9 FM dan WomenHealthIndonesia untuk bersama sama mendukung acara yang bertujuan untuk menghidupkan kegemaran membaca buku dan menggaungkan pentingnya dongeng sebagai bagian dari tumbuh kembang anak-anak Indonesia

—-oo00oo—

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Taman Baca Anak Lebah

Email: lebahbooks@gmail.com atau contact@tbal.org

Website: www.tamanbacaananaklebah.com

Twitter: @lebahbooks

Facebook: Taman Bacaan Anak Lebah

Ayo Dongeng Indonesia

Email: ayodongengindonesia@gmail.com

Website: indostoryfest.com

Twitter: @ayodongeng_ind

Leave a comment

The Founder

Taman Bacaan Anak Lebah (Bee Children Reading Garden) didirikan oleh Elvera Nuriawati Makki. Lahir di Jakarta, 26 Mei 1976, ibu dari tiga anak ini memiliki mimpi untuk membangun masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, utamanya yang kurang mampu dan berdomisili di wilayah Indonesia bagian Timur. Cara yang diusung pun sederhana, yaitu membangun kebiasaan membaca buku dan memperkenalkan buku sejak usia dini.

Vera adalah seorang business communicator dan praktisi Public Relations. Ia percaya, anak yang gemar membaca akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan cara berpikir yang lebih sistematis dibandingkan mereka yang kurang suka membaca.

Di waktu luang, Vera gemar menari, traveling, membuat scrap book, berenang, membaca, dan menghabiskan waktu bersama suami dan anak-anaknya.

Facebook Page