May 7, 2014
admin

Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) Goes To Ambon & Saparua (Part 1)

Senang sekali akhirnya saya (@sidhancrut) , kak Aryo (@aiodongeng), kak Andre dan kak Fahmi mendapat kesempatan menginjakkan kaki di Kota Ambon. Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) bersama Hekaleka dalam rangka Peduli Pendidikan Anak Maluku melakukan Mission Trip: A Trip To Saparua. Ini merupakan Mission Trip ke-5 dari Hekaleka dan mengajak TBAL untuk sharing bersama masyarakat desa Paperu dan Siri Sori Islam dalam sebuah workshop bertajuk “Merangkai Cerita, Meraih Mimpi”.

Hari pertama kedatangan kami di Kota Ambon disambut hangat oleh kak Stanley bersama tim dokter dari hekaleka. Bersama-sama kami berangkat menggunakan speedboat, yang merupakan transportasi utama untuk menyeberangi laut dari kota Ambon menuju pulau Saparua. Sesampainya di Saparua, kami langsung menuju desa Paperu untuk mengunjungi SD Inpres Paperu. Di sana, murid-murid SD Inpres Paperu sudah menanti kedatangan kami di gerbang sekolah sambil meneriakan yel-yel ‘Selamat Datang’ dengan gembira.

Setelah itu, mereka dikumpulkan di ruang kelas sesuai dengan kelompok kelasnya untuk mulai lomba mewarnai. Para murid bersemangat sekali mewarnai gambar yang telah disediakan. Didampingi oleh kakak-kakak dari TBAL dan Hekaleka, mereka menyelesaikan lomba mewarnai dan menanti siapa yang akan menjadi juaranya. Sambil menunggu pengumuman pemenang lomba mewarnai, saya mengumpulkan murid-murid untuk duduk berkeliling di depan kelas sambil mendongengkan mereka sebuah cerita.

Sementara itu di ruang kelas terpisah, kak Aryo memberikan workshop “Merangkai Cerita, Meraih Mimpi” kepada para guru di SD Inpres Paperu. Kak Aryo berbagi cerita pengalamannya dalam mendongeng dan bagaimana “keajaiban” dongeng dapat diaplikasikan sebagai media dalam proses belajar mengajar di rumah maupun sekolah.  Teknik-teknik mendongeng sederhana menggunakan buku cerita, boneka dan mimik wajah juga diajarkan kak Aryo dengan harapan dapat mengembangkan kapasitas guru/Tenaga Pendidik di desa dalam mengajar.

Hari kedua kami mengunjungi SD Negeri dan SD inpres  di desa  Siri Sori Islam. Kegiatan yang berlangsung sama seperti di SD Inpres Paperu. Selain lomba mewarnai, mendongeng dan workshop, kakak-kakak dari  Hekaleka juga memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat, mulai dari bagaimana mencuci tangan serta menggosok gigi yang baik dan benar pada murid-murid.  Riuh tawa dan semangat murid-murid dan para guru mewarnai langit cerah pulau Saparua. Perjalanan kami tidak berhenti sampai di situ.

Hari berikutnya, Tim TBAL dan Hekaleka mengunjungi 7 Pojok Lebah. Penasaran?

Tunggu cerita TBAL Goes To Ambon & Saparua berikutnya ya ;)

Written by Rismadhani Chaniago (@sidhancrut)

Leave a comment

The Founder

Taman Bacaan Anak Lebah (Bee Children Reading Garden) didirikan oleh Elvera Nuriawati Makki. Lahir di Jakarta, 26 Mei 1976, ibu dari tiga anak ini memiliki mimpi untuk membangun masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, utamanya yang kurang mampu dan berdomisili di wilayah Indonesia bagian Timur. Cara yang diusung pun sederhana, yaitu membangun kebiasaan membaca buku dan memperkenalkan buku sejak usia dini.

Vera adalah seorang business communicator dan praktisi Public Relations. Ia percaya, anak yang gemar membaca akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan cara berpikir yang lebih sistematis dibandingkan mereka yang kurang suka membaca.

Di waktu luang, Vera gemar menari, traveling, membuat scrap book, berenang, membaca, dan menghabiskan waktu bersama suami dan anak-anaknya.

Facebook Page