Jul 15, 2014
admin

Siaran Pers NgaBUKUrit Taman Bacaan Anak Lebah

SIARAN PERS

NgaBUKUrit

Ngabuburit sambil baca buku, ngabuburit sambil donasi buku

Pengumpulan Donasi Buku di Bulan Suci Ramadan

Jakarta, 14 Juli 2014 – Di bulan suci Ramadan 1435H, Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) memperkenalkan program NgaBUKUrit – ngabuburit sambil baca buku, ngabuburit sambil donasi buku. Program yang dicanangkan mulai tahun ini bertujuan untuk mengajak segenap masyarakat Indonesia memanfaatkan waktu luang saat berpuasa dengan membaca buku dan  mendonasikan buku cerita anak-anak untuk anak-anak Indonesia di bagian Timur yang membutuhkan.

Data dari UNESCO pada tahun 2011 menyatakan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001. Artinya, dari seribu (1000) penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Sementara berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi (OECD) pada 2009, budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur. Pada tahun 2006, data Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%), mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%).

“Dengan fakta dan data tersebut, Taman Bacaan Anak Lebah tak henti menyebarkan semangat membaca buku dan mengajak masyarakat Indonesia agar memiliki kepedulian terhadap minat baca. Program NgaBUKUrit mengundang masyarakat untuk berdonasi buku cerita anak-anak ke delapan belas (18) titik TBAL di Lombok Timur, Wakatobi, Ambon, Pulau Saparua, Pulau Saumlaki/Fordata, dan Seram, dimana akses buku bacaan anak-anak yang sesuai dengan usia mereka sangat terbatas di wilayah tersebut.” papar Elvera N. Makki, founder TBAL.

Didirikan sejak 2009, misi Taman Bacaan Anak Lebah adalah menarik minat baca anak-anak Indonesia sejak usia dini sehingga aktivitas membaca buku menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat mencerdaskan anak-anak Indonesia. “Kebiasaan membaca buku yang dimulai sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan akan memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak saat ini maupun di kemudian hari.  Buku dapat membuka wawasan seorang anak, menumbuhkan kreativitas dan rasa ingin tahu yang tinggi. Apabila dilakukan secara konsisten, anak yang gemar membaca buku akan memiliki kecerdasan yang lebih baik, cara berpikir dan berkomunikasi yang sistematis, serta rasa percaya diri yang tinggi,” imbuh Elvera.

Buku-buku yang dikumpulkan akan melalui proses penyortiran sebelum pengiriman. Kriteria donasi buku cerita anak-anak adalah bergambar, berwarna, tidak terlalu banyak tulisan, dan berisi pesan yang positif baik secara tulisan maupun visual. Hal ini sejalan dengan prinsip TBAL bahwa membaca buku itu menyenangkan. “Apabila buku bacaan yang didonasikan terlalu berat isinya bagi mereka, kami khawatir justru misi untuk menarik minat baca anak akan terhambat.”

Bagi yang ingin berdonasi, buku dapat dikirim ke kantor sekretariat TBAL atau donasi tunai yang dananya akan digunakan untuk pembelian buku cerita anak-anak dan menunjang keberlangsungan aktivitas TBAL di Indonesia Timur. Informasi lengkap mengenai mekanisme partisipasi dapat dilihat pada situs www.tamanbacaananaklebah dan facebook Taman Bacaan Anak Lebah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur dan relawan yang berpartisipasi di program NgaBUKUrit. Semoga manfaat dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak di Indonesia Timur namun juga bagi mereka yang telah melakukan langkah nyata bersama TBAL.” tutup Elvera.

—oo00oo—

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Email: lebahbooks@gmail.com

Website: www.tamanbacaananaklebah.com

Twitter: @lebahbooks

Facebook: Taman Bacaan Anak Lebah

NgaBUKURit – Donasi Buku

Jl. Maleo I Blok JA I/3

Bintaro Sektor 9, Tangerang, Indonesia

NgaBUKUrit – Donasi Dana

Bank Mandiri

a/n Yayasan Literasi Anak Lebah Indonesia
No. Rek. 1640012200988

Tentang Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL)

Taman Bacaan Anak Lebah merupakan inisiatif nirlaba dan non-politis yang memiliki misi untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak Indonesia sejak usia dini. Berdiri pada tahun 2009, saat ini Taman Bacaan Anak Lebah telah hadir di 18 titik, yaitu Lombok Timur, Wakatobi (Wangi-wangi), Ambon, Pulau Saparua, Pulau Seram, Saumlaki/Pulau Fordata, dan Trenggalek, Jawa Timur. Di bawah payung Yayasan Literasi Anak Lebah Indonesia  (YLALI), Taman Bacaan Anak Lebah berfokus pada peningkatan kecerdasan dan pembentukan karakter anak-anak, utamanya di Indonesia Timur melalui kegemaran membaca buku. Taman Bacaan Anak Lebah aktif mengajak masyarakat untuk peduli terhadap minat baca di Indonesia, antara lain dengan berdonasi buku atau menjadi relawan di TBAL.

Jul 2, 2014
admin

#2ndChanceGarageSale

Berawal dari sekumpulan sahabat yang berinisiatif mengumpulkan baju dan barang bekas lainnya yang masih dalam kondisi bagus namun sudah tidak terpakai lagi untuk disumbangkan. Hanya saja jika disumbangkan dalam bentuk barang, kemungkinan kegunaannya akan kurang maksimal. Muncul lah ide untuk menjual barang-barang tersebut agar menghasilkan uang dan dibelikan buku untuk membantu anak-anak belajar.

Suatu malam, saya (@sidhancrut) bertemu dengan Bli Adit (@commaditya) yang sedang kebingungan mencari tempat/komunitas/lembaga untuk menyalurkan donasi tersebut. Lalu saya usulkan untuk disalurkan pada Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL), karena selain memiliki kepedulian yang sama terhadap minat baca buku dan anak-anak di Indonesia Timur, salah satu lokasi TBAL ada di Lombok yang cukup dekat dengan Bali.  Kemudian Bli Adit pun mengusulkan pada teman-temannya untuk mendonasikan hasil dari garage sale dan lelang  untuk TBAL. Tepat pada hari Minggu, 29 Juni 2014, digelarlah sebuah acara bertajuk #2ndChanceGarageSale bertempat di Jl. Raya Kuta No. 188.

Widhi (@widhiarimurti) menceritakan kepada saya bahwa persiapan acara #2ndChanceGarageSale dimulai sejak 3 minggu sebelumnya dengan mencari tenant-tenant yang tertarik untuk ikutan charity event ini. Persiapan berjalan lancar, hanya saja saat hari H tim #2ndChanceGarageSale cukup panik karena pagi harinya turun hujan dan sekitar pukul 12 siang kondisi acara cukup sepi. Tapi ternyata pengunjung acara menjadi ramai sekali sampai semua barang garage sale habis terjual. Dana yang berhasil terkumpul sekitar 7 juta rupiah.

Acara terlaksana dengan sukses berkat bantuan dan kerjasama dari @miar_k yang meminjamkan halaman rukonya dengan lokasi sangat strategis, @mpkz membuat desain semua materi, @commaditya mengusulkan donasi ke TBAL dan gencar mempromosikan acara garage sale ini di social media, juga @gungti @verakristanti dan  @nonamaia sebagai tim siap sedia.

Terima kasih tak putus terucap dari Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) atas kepedulian teman-teman terhadap anak-anak di Indonesia Timur dan minat bacanya. Semoga selalu dilimpahkan berkah kepada orang-orang baik yang peduli terhadap sesama.

Written by Rismadhani Chaniago (@sidhancrut)

Photo by Bali Garage Sale

Jun 30, 2014
admin

Ramadhan Telah Tiba, NgaBUKUrit Yuk!

Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) memperkenalkan sebuah program baru selama bulan Ramadhan bertajuk NgaBUKUrit. Kegiatan yang menarik untuk mengisi bulan Ramadhan ini dengan menyebarkan semangat berbagi terhadap sesama. Terinspirasi dari istilah ngabuburit, program NgaBUKUrit ini mengajak teman-teman untuk ngabuburit sambil membaca buku, ngabuburit sambil berdonasi buku. Kenapa ngabuburit? Karena jam membaca anak-anak di setiap TBAL biasanya dimulai pada sore hari.

Buku-buku yang didonasikan adalah buku cerita anak-anak usia 1-15 tahun. Boleh buku baru/bekas yang masih layak baca, bergambar/berwarna dan banyak cerita. Saat ini Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) ada di 18 titik di Pelosok Indonesia Timur, yaitu Lombok, Wakatobi, Bula, P. Seram, P. Saumlaki, Ambon dan Saparua. Nantinya, hasil donasi ini akan disalurkan secara merata sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap TBAL.

Let’s start to contribute for the betterment of Indonesian Children…

DROPBOX DONASI NgaBUKUrit:

Kantor Sekretariat

Yayasan Literasi Anak Lebah Indonesia

Jl. Maleo I Blok JA 1/3, Bintaro Sektor 9

Tangerang, Indonesia


Jun 9, 2014
admin

Siaran Bareng Klub Siaran GRI

Pada tanggal 15 Maret 2014 lalu, Kak Andre dari Taman Bacaan Anak Lebah diinterview oleh kakak Uum dan Kak Lia dari Klub Siaran GRI lho. Penasaran serunya kayak apa? Dengerin di sini ya http://chirb.it/fyzatg

Sumber: bacaituseru.org

May 7, 2014
admin

Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) Goes To Ambon & Saparua (Part 2)

TBAL Goes To Ambon & Saparua berlanjut mengunjungi tujuh Pojok Lebah yang berada di Desa Paperu (1 titik), desa Siri Sori Islam (1 titik) dan di kota Ambon (6 titik).  Bersama kak Stanley dari Hekaleka, tim TBAL akhirnya meresmikan Pojok Lebah di Ambon-Saparua.

Banyak sekali cerita menarik dari tiap Pojok Lebah yang kami kunjungi. Salah satunya adalah Pojok Lebah di Waringin. Tempat yang dijadikan pojok lebah ini sudah empat kali hangus terbakar saat kerusuhan melanda Ambon. Banyak penduduk setempat yang mengungsi kemudian kembali lagi ke daerah tersebut saat situasi sudah tenang. Pojok Lebah pun dijadikan tempat berkumpul dan belajar bagi anak-anak setempat.

mmf_2542

Kami juga mengunjungi Gunung Mimpi dan berkesempatan bertemu dengan kak Weslly yang selama ini menjaga dan mendampingi anak-anak di sana. Pojok Lebah yang berada di kaki gunung ini membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama untuk sampai ke tujuan karena harus berjalan perlahan menyusuri jalan sempit yang mendaki. Matahari pun terbenam, berbekal senter dan lampu layar handphone kami terus menyusuri jalan menuju Gunung Mimpi. Setelah sampai, rasa lelah terpuaskan saat melihat senyum anak-anak yang sudah menanti kedatangan kami sambil membaca buku-buku cerita hasil donasi yang telah dikirimkan sebelumnya dari Jakarta. Sayang kami tidak bisa berlama-lama main bersama anak-anak Gunung Mimpi mengingat hari semakin malam dan perjalanan pulang masih panjang.

mmf_2996mmf_2979

Pojok Lebah berikutnya yang kami kunjungi berada di Hekaleka Education Center, rumah kak Stanley yang merupakan basecamp Hekaleka. Selain peresmian di tiap Pojok Lebah, tim TBAL juga menyerahkan donasi buku-buku cerita yang terkumpul selama ini. Harapannya adalah agar anak-anak dapat menyukai buku dan gemar membaca sejak dini demi tercapainya Maluku Cerdas.

Workshop “Merangkai Cerita, Merai Mimpi” dari kak Aryo pun berlanjut di tiap Pojok Lebah yang kami kunjungi. Tujuannya adalah untuk membekali para kakak-kakak pendamping Pojok Lebah dan masyarakat sekitar yang juga peduli terhadap pendidikan anak Maluku.

Berawal dari gerakan kecil dan semangat berbagi yang besar, mari kita cerdaskan anak-anak Indonesia.

Written by Rismadhani Chaniago (@sidhancrut).

Pages:12345»

Our Partner

The Founder

Mari berkenalan dengan Vera Makki, pendiri Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL). Lahir di Jakarta, 26 Mei 1976, ibu dari dua anak ini memiliki mimpi untuk membangun masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, utamanya yang kurang mampu dan berdomisili di wilayah Indonesia bagian Timur. Cara yang diusung pun sederhana, yaitu membangun kebiasaan membaca buku sejak usia dini (1-8tahun).

Vera Makki adalah seorang business communicator dan praktisi Public Relations. Ia percaya, anak yang gemar membaca akan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan cara berpikir yang lebih sistematis dibanding mereka yang kurang suka membaca.

Di waktu luang, Vera gemar menari, traveling, membuat scrap book, berenang, membaca, dan menghabiskan waktu bersama suami dan anak-anaknya.

Facebook Page

Supported By